Menurut survei yang dilakukan pada periode 30 Juni hingga 7 Juli 2024 ini, sekitar 55,2 persen pemilih belum menentukan pilihan mereka.
Survei ini juga mengungkap elektabilitas anak bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni Kaesang Pangarep, hanya memperoleh elektabilitas 0,7 persen dalam simulasi terbuka.
“Pilihan masih belum stabil dan pasti. Sekitar 59.9 persen merupakan pemilih lemah yang mungkin merubah pilihannya nanti,” kata Syifak.
Dalam simulasi pasangan calon, Ahmad Luthfi tampil dominan meski menghadapi tantangan persepsi negatif dari sebagian pemilih. Dalam skenario pertama, pasangan Ahmad Luthfi – Sudaryono unggul dengan 58,7 persen suara, jauh di atas pasangan Hendrar Prihadi – Taj Yasin Maimoen yang hanya meraih 22,3 persen suara. Kemudian sebanyak 19 persen responden masih belum menentukan pilihan mereka.
Skenario kedua menempatkan pasangan Sudaryono – Umi Azizah dengan 39 persen suara, sedikit mengungguli pasangan Hendrar Prihadi – Taj Yasin Maimoen yang memperoleh 35,7 persen suara. Dalam skenario ini, 25,3 persen responden memilih untuk tidak memberikan jawaban.
Skenario ketiga menunjukkan persaingan ketat antara pasangan Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maimoen dan pasangan Sudaryono – Bambang Wuryanto. Ahmad Luthfi dan Taj Yasin mendapatkan 38,6 persen suara, unggul tipis dibandingkan Sudaryono dan Bambang Wuryanto yang meraih 37,4 persen suara. Sebanyak 24 persen responden belum menentukan pilihan mereka.
Survei IDN melibatkan wawancara tatap muka dengan responden di 120 desa/kelurahan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan total 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah random bertingkat dengan margin of error ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Artikel ini telah terbit di TEMPO.CO dengan judul Survei IDN: Masyarakat Jateng Paling Banyak Tidak Mengharapkan Ahmad Luthfi sebagai Cagub